Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Kesehatan Mental

Kehabisan kata-kata

Terus terang mengikuti perkembangan virus corona banyak menyita pikiran dan rasa khawatir saya semakin tinggi ketika melihat perkembangan wabah ini di tanah air. Melihat banyaknya orang yang keluar rumah dan sepertinya tidak lagi menghiraukan ancaman covid-19, saya akhirnya cuma bisa memohon kepada Allah agar kita semua dijaga oleh-Nya sambil berusaha melindungi diri dan keluarga semampunya. Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, logikanya gelombang ke dua akan datang lebih cepat dan meningkat signifikan. Padahal saya sendiri tidak yakin gelombang pertama sudah selesai. Dan soal tenaga nakes yang kini kesal dan mengambil sikap 'terserah' adalah hal yang sangat wajar. Perjuangan berat mereka sekarang ini seperti dikondisikan untuk kalah. Baik karena peraturan yang terus berubah ataupun sikap masyarakat yang masa bodoh. Apa yang kita hadapi sekarang adalah hal yang berat dan serius. Karena merupakan tarik ulur antara kesadaran untuk tidak tert

Depresi dan pengaruhnya terhadap Diabetes

Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah artikel di Diabetes.co.uk tentang depresi. Menurut saya artikel ini cukup menarik untuk ditelaah karena di sana ditulis bahwa depresi adalah masalah kejiwaan yang paling banyak ditemui pada orang dengan Diabetes. Bahkan orang dengan Diabetes dikatakan memiliki resiko tiga kali lebih tinggi terkena depresi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki Diabetes. Memang, hal di atas merujuk pada kondisi yang ada di Inggris. Tapi saya pikir ini masih cukup relevan dengan kondisi kita di tanah air meski tidak bisa dibandingkan secara langsung. Karena di mana pun kita tinggal, Diabetes merupakan keadaan yang tidak mudah untuk diterima dan acapkali dapat membuat kita merasa khawatir dengan berbagai resiko yang ditimbulkannya. Lalu, apakah depresi itu? Depresi adalah sebuah istilah yang disematkan pada seseorang saat dirinya mengalami satu atau lebih gejala berikut ini: Peraasaan sedih atau khawatir secara terus-menerus dan merasa hampa. Do

Jadi Telmi? Jangan minder, bisa jadi itu karena gula darah tinggi

Kalau belakangan ini Anda suka telat mikir (telmi), susah konsentrasi, dan jadi pelupa, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri dan merasa bodoh. Apalagi sampai minder. Boleh jadi ini cara tubuh memberitahu bahwa kadar gula dalam darah sudah tinggi dan harus segera ditangani. Kesulitan berpikir atau dikenal dengan istilah brain fog (otak berkabut) adalah gejala yang cukup sering ditemui pada orang dengan Diabetes Tipe 2.  Kondisi ini dapat muncul tanpa disadari dan akan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir. Yang dulunya bisa konsentrasi, banyak ide, cepat tanggap, dan mudah berdiskusi, sekarang jadi sulit untuk menangkap, mengingat, dan mengeluarkan pendapat. Bahkan sekedar mendengarkan saja jadi tidak semangat. Kalau ini dibiarkan terus berlangsung, tentu akan mengganggu kinerja orang tersebut dan dapat mencederai kesehatan mentalnya. Ada sejumlah hal yang diduga menjadi penyebab brain fog dan gula darah yang tinggi adalah salah satu faktor yang dipercaya menjadi pemi

Menyikapi kenyataan punya Diabetes Tipe 2

Rasa malu adalah hal yang pertama kali saya rasakan saat mengetahui kalau saya punya Diabetes Tipe 2. Bahkan saat mengambil tes darah, saya melakukannya secara diam-diam karena tidak ingin ada orang yang tahu. Saya merasa Diabetes bukanlah sesuatu yang perlu untuk diceritakan. Cukup disimpan sendiri dan cukup sendiri pula menanganinya. Tapi kalau saya renungkan kembali, menyembunyikan kondisi kesehatan seperti Diabetes bukanlah langkah yang tepat. Bagaimana mungkin saya bisa mengatasi Diabetes tanpa dukungan orang-orang terdekat? Seburuk apapun kemungkinannya, saya butuh mereka dan mereka berhak untuk tahu. Saya akhirnya pun berkesimpulan bahwa keterbukaan merupakan langkah awal untuk meraih kesembuhan. Punya Diabetes adalah fakta hidup yang mau-tidak-mau harus dihadapi dan ini bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi. Ada rasa khawatir memang, mengingat komplikasi Diabetes yang begitu mengerikan. Tapi saya akan menggunakan rasa khawatir ini sebagai motivasi untuk melakukan perubaha

Pengaruh Diabetes Tipe 2 terhadap suasana hati

Mungkin tidak banyak yang menyadari kalau Diabetes Tipe 2 juga bisa mempengaruhi suasana hati. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini tak hanya berpengaruh buruk terhadap tubuh tapi juga terhadap hubungan kita dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang kita kasihi. Seperti dilansir oleh situs HealthDay , Diabetes bisa mempengaruhi suasana hati dan membuatnya berfluktuasi (mood swings). Hal serupa juga disampaikan artikel " High or low blood sugar making you cranky? Here's why " yang dimuat di situs MedTronic. Sedangkan MedicalNewsToday memberikan ciri bagaimana kadar gula darah tinggi akan mempengaruhi suasana hati: Kesulitan untuk berpikir jernih Merasa gugup atau cemas Merasa lelah dan tidak bertenaga Sebelum serangan struk yang menimpa Ayah, tidak pernah terlintas sebelumnya kalau fluktuasi suasana hati yang saya alami dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi. Saat itu saya berpikir kalau suasana hati yang berubah-ubah lebih disebabkan oleh