Skip to main content

Tentang Diabetalife

Selamat datang di Diabetalife.

Diabetalife adalah sebuah blog yang berisi catatan-catatan saya seputar penyakit Diabetes Tipe 2. Blog ini dibuat sebagai wadah untuk menuliskan cerita, rangkuman belajar, dan pengalaman saya dengan Diabetes Tipe 2.

Pada November 2019, Ayah saya terkena struk ringan yang menyebabkan beliau kehilangan sebagian besar kemandiriannya.

Apa yang terjadi pada Ayah memaksa saya berpikir ulang tentang penyakit gula. Karena dari hasil pemeriksaan dokter, struk yang Ayah saya alami kemungkinan besar disebabkan oleh kondisi Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik.

Selama merawat Ayah, sering terlintas rasa takut kalau hal yang sama akan menimpa ke diri saya. Terlebih lagi ibu saya juga memiliki Diabetes Tipe 2, sehingga peluang saya untuk memiliki kondisi yang sama jadi jauh lebih tinggi.

Rasa takut inilah yang akhirnya mendorong saya untuk menelaah ulang kondisi saya sendiri. Apalagi saya sekarang sudah berusia di atas 40 tahun dan saya sudah merasakan ada hal-hal dalam diri saya yang perlu mendapat perhatian lebih.

Saya akhirnya memberanikan diri untuk menguji kadar gula darah yang selama ini saya abaikan. Saya sebenarnya sudah punya feeling kalau sebenarnya gula darah saya sudah tidak bagus. Karena gejala-gejala Diabetes Tipe 2 sudah saya alami cukup lama, seperti sering kencing, sering lapar, mudah lelah, sulit konsentrasi, dan pandangan buram meski sudah ganti kacamata.

Hasil pemeriksaan mandiri yang saya lakukan akhirnya mengkonfirmasi kekhawatiran saya. Gula puasa di pagi hari saat itu di kisaran 150 mg/dL dan 230 mg/dL dua jam setelah makan.

Beberapa hari berikutnya saya melakukan hal yang sama dan ternyata hasil yang saya dapatkan tidak berbeda jauh dengan pemeriksaan pertama. Bahkan pernah mencapak 270 mg/dL puasa.

Meski tidak ada hasil resmi dari dokter, namun saya cukup percaya bahwa saya memiliki Diabetes Tipe 2. Karena beberapa tahun sebelumnya, saya sempat didiagnosa dengan pre-diabetes namun saya tidak begitu mengindahkannya.

Apa yang terjadi dengan Ayah saya dan apa yang saya rasakan dalam diri sendiri beberapa waktu belakangan ini adalah sebuah peringatan keras. Sudah saatnya saya merubah gaya hidup, pola makan, dan lebih memperhatikan hal-hal yang bisa membuat kondisi saya menjadi lebih buruk.

Langkah terbaik selain merubah hal-hal yang sebutkan tadi adalah mengedukasi diri sendiri agar lebih memahami Diabetes Tipe 2 yang saya miliki.

Untuk itu, saya membuat blog ini sebagai tempat saya merangkum apa yang saya pelajari. Tak hanya itu, blog ini juga berfungsi sebagai wadah untuk berbagi cerita dan pengalaman dengan mereka yang sama-sama memiliki Diabetes Tipe 2.

Perlu diketahui bahwa saya bukanlah tenaga ahli di bidang kesehatan, khususnya Diabetes. Saya hanya seseorang dengan Diabetes Tipe 2 yang menuliskan pikirannya dan berharap bisa membantu mereka yang sama-sama memiliki Diabetes Tipe 2 untuk bisa meraih kesembuhan.

Salam,
Aditya.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Diabetes Tipe 2 terhadap suasana hati

Mungkin tidak banyak yang menyadari kalau Diabetes Tipe 2 juga bisa mempengaruhi suasana hati. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini tak hanya berpengaruh buruk terhadap tubuh tapi juga terhadap hubungan kita dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang kita kasihi.
Seperti dilansir oleh situs HealthDay, Diabetes bisa mempengaruhi suasana hati dan membuatnya berfluktuasi (mood swings).

Hal serupa juga disampaikan artikel "High or low blood sugar making you cranky? Here's why" yang dimuat di situs MedTronic. Sedangkan MedicalNewsToday memberikan ciri bagaimana kadar gula darah tinggi akan mempengaruhi suasana hati: Kesulitan untuk berpikir jernihMerasa gugup atau cemasMerasa lelah dan tidak bertenaga Sebelum serangan struk yang menimpa Ayah, tidak pernah terlintas sebelumnya kalau fluktuasi suasana hati yang saya alami dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi. Saat itu saya berpikir kalau suasana hati yang berubah-ubah lebih disebabkan oleh stres di temp…

Menyikapi kenyataan punya Diabetes Tipe 2

Rasa malu adalah hal yang pertama kali saya rasakan saat mengetahui kalau saya punya Diabetes Tipe 2.

Bahkan saat mengambil tes darah, saya melakukannya secara diam-diam karena tidak ingin ada orang yang tahu. Saya merasa Diabetes bukanlah sesuatu yang perlu untuk diceritakan. Cukup disimpan sendiri dan cukup sendiri pula menanganinya.
Tapi kalau saya renungkan kembali, menyembunyikan kondisi kesehatan seperti Diabetes bukanlah langkah yang tepat.

Bagaimana mungkin saya bisa mengatasi Diabetes tanpa dukungan orang-orang terdekat? Seburuk apapun kemungkinannya, saya butuh mereka dan mereka berhak untuk tahu. Saya akhirnya pun berkesimpulan bahwa keterbukaan merupakan langkah awal untuk meraih kesembuhan.
Punya Diabetes adalah fakta hidup yang mau-tidak-mau harus dihadapi dan ini bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi. Ada rasa khawatir memang, mengingat komplikasi Diabetes yang begitu mengerikan. Tapi saya akan menggunakan rasa khawatir ini sebagai motivasi untuk melakukan perubahan.

Gejala Diabetes yang sering tak disadari

Sebelum akhirnya memeriksakan kada gula darah, ada gejala Diabetes yang acapkali luput dari perhatian saya, yaitu sering buang air kecil.

Saat itu saya tidak menyadari kalau frekwensi kencing saya sebenarnya sudah tidak normal.  Saya malah mengira hal ini wajar karena toh saya memang banyak minum. Jadi tidak aneh kalau keinginan buang air saya juga jadi lebih sering.
Tapi setelah saya memahami kondisi yang sebenarnya dan mulai melakukan perubahan pola makan sehingga gula darah saya turun, saya perhatikan keinginan buang air kecil pun jadi jauh berkurang.Dulu saya bisa beberapa kali pergi ke toilet meskipun tak lama sebelumnya sudah melakukan itu.
Ketika ingin buang air kecil, tak jarang saya merasa kerepotan karena rasanya sudah tak tertahankan. Kalau saya tunda, tak butuh lama rasa kebelet itu menghampiri, dan ini jelas mengkhawatirkan terutama kalau sedang berpergian.
Menurut penjelasan di situs Mayo Clinic, tingginya gula dalam darah akan memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk m…