Skip to main content

Target Gula Darah

Jika Anda punya Diabetes Tipe 2 dan mengukur kadar gula darah sendiri, berikut adalah panduan umum dalam menggunakan alat monitor gula darah:
  1. Cuci tangan sampai bersih dan keringkan (tangan yang kotor bisa mempengaruhi keakuratan).
  2. Masukan strip ukur ke alat monitor gula darah.
  3. Masukan jarum (lancet) ke alat pencoblos.
  4. Pijat-pijat jari yang akan diambil sampel darahnya sekitar tiga detik.
  5. Tempelkan alat pencobolos ke sisi jari untuk mengeluarkan sampel darah.
  6. Tempelkan sampel darah ke strip ukur. Tunggu beberapa saat dan hasil pengukuran akan ditampilkan di layar alat monitor gula darah.
Bandingkan hasil yang tertera di layar dengan panduan yang dibuat oleh American Diabetes Association:
  • Antara 80 mg/dL - 130 mg/dL (4.4 mmol/L - 7.2 mmol/L) puasa atau sebelum makan.
  • Kurang dari 180 mg/dL (10.0 mmol/L) dua jam setelah makan.
Perlu diperhatikan bahwa kenaikan gula darah dipengaruhi oleh jenis dan jumlah asupan. Baik itu makan atau minum.

Secara umum, mengontrol asupan karbohidrat dan menghindari minuman manis sepenuhnya akan membantu menekan lonjakan gula dalam darah.

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Diabetes Tipe 2 terhadap suasana hati

Mungkin tidak banyak yang menyadari kalau Diabetes Tipe 2 juga bisa mempengaruhi suasana hati. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini tak hanya berpengaruh buruk terhadap tubuh tapi juga terhadap hubungan kita dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang kita kasihi. Seperti dilansir oleh situs HealthDay , Diabetes bisa mempengaruhi suasana hati dan membuatnya berfluktuasi (mood swings). Hal serupa juga disampaikan artikel " High or low blood sugar making you cranky? Here's why " yang dimuat di situs MedTronic. Sedangkan MedicalNewsToday memberikan ciri bagaimana kadar gula darah tinggi akan mempengaruhi suasana hati: Kesulitan untuk berpikir jernih Merasa gugup atau cemas Merasa lelah dan tidak bertenaga Sebelum serangan struk yang menimpa Ayah, tidak pernah terlintas sebelumnya kalau fluktuasi suasana hati yang saya alami dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi. Saat itu saya berpikir kalau suasana hati yang berubah-ubah lebih disebabkan oleh

Menyikapi kenyataan punya Diabetes Tipe 2

Rasa malu adalah hal yang pertama kali saya rasakan saat mengetahui kalau saya punya Diabetes Tipe 2. Bahkan saat mengambil tes darah, saya melakukannya secara diam-diam karena tidak ingin ada orang yang tahu. Saya merasa Diabetes bukanlah sesuatu yang perlu untuk diceritakan. Cukup disimpan sendiri dan cukup sendiri pula menanganinya. Tapi kalau saya renungkan kembali, menyembunyikan kondisi kesehatan seperti Diabetes bukanlah langkah yang tepat. Bagaimana mungkin saya bisa mengatasi Diabetes tanpa dukungan orang-orang terdekat? Seburuk apapun kemungkinannya, saya butuh mereka dan mereka berhak untuk tahu. Saya akhirnya pun berkesimpulan bahwa keterbukaan merupakan langkah awal untuk meraih kesembuhan. Punya Diabetes adalah fakta hidup yang mau-tidak-mau harus dihadapi dan ini bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi. Ada rasa khawatir memang, mengingat komplikasi Diabetes yang begitu mengerikan. Tapi saya akan menggunakan rasa khawatir ini sebagai motivasi untuk melakukan perubaha

Gejala Diabetes yang sering tak disadari

Sebelum akhirnya memeriksakan kada gula darah, ada gejala Diabetes yang acapkali luput dari perhatian saya, yaitu sering buang air kecil. Saat itu saya tidak menyadari kalau frekwensi kencing saya sebenarnya sudah tidak normal.  Saya malah mengira hal ini wajar karena toh saya memang banyak minum. Jadi tidak aneh kalau keinginan buang air saya juga jadi lebih sering. Tapi setelah saya memahami kondisi yang sebenarnya dan mulai melakukan perubahan pola makan sehingga gula darah saya turun, saya perhatikan keinginan buang air kecil pun jadi jauh berkurang.Dulu saya bisa beberapa kali pergi ke toilet meskipun tak lama sebelumnya sudah melakukan itu. Ketika ingin buang air kecil, tak jarang saya merasa kerepotan karena rasanya sudah tak tertahankan. Kalau saya tunda, tak butuh lama rasa kebelet itu menghampiri, dan ini jelas mengkhawatirkan terutama kalau sedang berpergian. Menurut penjelasan di situs Mayo Clinic , tingginya gula dalam darah akan memaksa ginjal bekerja lebih keras un