Skip to main content

Jalani diabetes dengan hobi

Mengelola Diabetes bisa menjadi rutinitas yang membosankan. Bagaimana tidak? Tiap hari kita harus melakukan cek gula darah, menjaga asupan makanan, dan konsumsi obat.

Memang, itu adalah bagian yang tidak terpisahkan pada orang dengan Diabetes. Tapi saya rasa hal tersebut bukanlah penghalang bagi kita untuk bisa menikmati hidup.

Selain ketiga hal di atas, mengelola Diabetes juga perlu memperhatikan sisi psikologisnya. Terutama yang berurusan dengan ketenangan hati. Karena hati yang tenang tentunya akan membawa pengaruh positif terhadap pengelolaan Diabetes itu sendiri.

Ada banyak cara untuk bisa mendapatkan ketenangan hati. Yang utama tentunya adalah dengan banyak-banyak mengingat Allah (SWT) dan banyak-banyak bersyukur. Sedangkan cara berikutnya bisa dengan bekerja, melakukan hobi, ataupun berkumpul bersama orang-orang yang kita sayangi.

Menjalankan hobi menurut saya adalah sebuah kegiatan yang bermanfaat karena memudahkan kita untuk melepaskan penat, menghilangkan bosan, dan menurunkan stress.  Sehingga sekembalinya kita dari menjalankan hobi, kondisi kita menjadi lebih baik dan lebih siap untuk menghadapi tantangan hidup berikutnya.

Hobi sendiri banyak macamnya dan setiap orang punya ketertarikan masing-masing terhadap jenis hobi yang ditekuninya. Kalau saya pribadi, hobi yang paling saya sukai adalah fotografi dan menulis.

Fotografi memungkinkan saya untuk mendokumentasikan momen-momen yang menurut saya layak untuk dikenang. Baik itu momen bersama keluarga ataupun berbagai kejadian yang saya temui di jalan. Sedangkan menulis acapkali membantu saya dalam mengatur dan mengekspresikan apa yang ada dalam pikiran dan hati saya.

Mempunyai hobi secara tidak langsung juga membuka pintu bagi kita untuk bersosialisasi. Karena biasanya hobi yang kita tekuni punya komunitas yang memungkinkan kita bertemu dengan sesama penyuka hobi.

Misalnya saja komunitas fotografi, komunitas menulis, dan komunitas otomotif ataupun memasak. Dengan adanya komunitas-komunitas seperti ini, menekuni hobi akan terasa lebih menyenangkan dan bisa memberikan energi positif sehingga kita juga menjadi lebih optimis dalam menjalani hidup. Termasuk dalam menghadapi kondisi Diabetes.

Mengecek gula darah, menjaga asupan makanan, dan minum obat adalah keseharian yang dihadapi oleh orang dengan Diabetes, dan rutinitas seperti ini perlahan-lahan bisa membuat kita bosan. Meskipun begitu, rasa bosan tersebut bisa diatasi dengan menyibukkan diri kita dengan hobi.

Apapun pilihan hobinya, mengisi waktu dengan hobi adalah kegiatan positif yang akan membantu kita untuk melepaskan penat, menghilangkan bosan, dan menurunkan stress.

Selain itu, adanya komunitas-komunitas hobi juga memudahkan kita untuk bersosialisasi dengan sesama penyuka hobi. Semua ini pada akhirnya diharapkan akan memberikan energi positif kepada kita sehingga kita menjadi lebih optimis dalam menghadapi Diabetes dan berbagai tantangan hidup lainnya.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda punya hobi yang disukai?

Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Diabetes Tipe 2 terhadap suasana hati

Mungkin tidak banyak yang menyadari kalau Diabetes Tipe 2 juga bisa mempengaruhi suasana hati. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini tak hanya berpengaruh buruk terhadap tubuh tapi juga terhadap hubungan kita dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang kita kasihi. Seperti dilansir oleh situs HealthDay , Diabetes bisa mempengaruhi suasana hati dan membuatnya berfluktuasi (mood swings). Hal serupa juga disampaikan artikel " High or low blood sugar making you cranky? Here's why " yang dimuat di situs MedTronic. Sedangkan MedicalNewsToday memberikan ciri bagaimana kadar gula darah tinggi akan mempengaruhi suasana hati: Kesulitan untuk berpikir jernih Merasa gugup atau cemas Merasa lelah dan tidak bertenaga Sebelum serangan struk yang menimpa Ayah, tidak pernah terlintas sebelumnya kalau fluktuasi suasana hati yang saya alami dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi. Saat itu saya berpikir kalau suasana hati yang berubah-ubah lebih disebabkan oleh

Menyikapi kenyataan punya Diabetes Tipe 2

Rasa malu adalah hal yang pertama kali saya rasakan saat mengetahui kalau saya punya Diabetes Tipe 2. Bahkan saat mengambil tes darah, saya melakukannya secara diam-diam karena tidak ingin ada orang yang tahu. Saya merasa Diabetes bukanlah sesuatu yang perlu untuk diceritakan. Cukup disimpan sendiri dan cukup sendiri pula menanganinya. Tapi kalau saya renungkan kembali, menyembunyikan kondisi kesehatan seperti Diabetes bukanlah langkah yang tepat. Bagaimana mungkin saya bisa mengatasi Diabetes tanpa dukungan orang-orang terdekat? Seburuk apapun kemungkinannya, saya butuh mereka dan mereka berhak untuk tahu. Saya akhirnya pun berkesimpulan bahwa keterbukaan merupakan langkah awal untuk meraih kesembuhan. Punya Diabetes adalah fakta hidup yang mau-tidak-mau harus dihadapi dan ini bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi. Ada rasa khawatir memang, mengingat komplikasi Diabetes yang begitu mengerikan. Tapi saya akan menggunakan rasa khawatir ini sebagai motivasi untuk melakukan perubaha

Gejala Diabetes yang sering tak disadari

Sebelum akhirnya memeriksakan kada gula darah, ada gejala Diabetes yang acapkali luput dari perhatian saya, yaitu sering buang air kecil. Saat itu saya tidak menyadari kalau frekwensi kencing saya sebenarnya sudah tidak normal.  Saya malah mengira hal ini wajar karena toh saya memang banyak minum. Jadi tidak aneh kalau keinginan buang air saya juga jadi lebih sering. Tapi setelah saya memahami kondisi yang sebenarnya dan mulai melakukan perubahan pola makan sehingga gula darah saya turun, saya perhatikan keinginan buang air kecil pun jadi jauh berkurang.Dulu saya bisa beberapa kali pergi ke toilet meskipun tak lama sebelumnya sudah melakukan itu. Ketika ingin buang air kecil, tak jarang saya merasa kerepotan karena rasanya sudah tak tertahankan. Kalau saya tunda, tak butuh lama rasa kebelet itu menghampiri, dan ini jelas mengkhawatirkan terutama kalau sedang berpergian. Menurut penjelasan di situs Mayo Clinic , tingginya gula dalam darah akan memaksa ginjal bekerja lebih keras un