Skip to main content

Gejala Diabetes yang sering tak disadari


Sebelum akhirnya memeriksakan kada gula darah, ada gejala Diabetes yang acapkali luput dari perhatian saya, yaitu sering buang air kecil.

Saat itu saya tidak menyadari kalau frekwensi kencing saya sebenarnya sudah tidak normal.  Saya malah mengira hal ini wajar karena toh saya memang banyak minum. Jadi tidak aneh kalau keinginan buang air saya juga jadi lebih sering.

Tapi setelah saya memahami kondisi yang sebenarnya dan mulai melakukan perubahan pola makan sehingga gula darah saya turun, saya perhatikan keinginan buang air kecil pun jadi jauh berkurang.Dulu saya bisa beberapa kali pergi ke toilet meskipun tak lama sebelumnya sudah melakukan itu.

Ketika ingin buang air kecil, tak jarang saya merasa kerepotan karena rasanya sudah tak tertahankan. Kalau saya tunda, tak butuh lama rasa kebelet itu menghampiri, dan ini jelas mengkhawatirkan terutama kalau sedang berpergian.

Menurut penjelasan di situs Mayo Clinic, tingginya gula dalam darah akan memaksa ginjal bekerja lebih keras untuk memfilter dan menyerap kelebihan gula tersebut. Saat ginjal sudah tidak mampu lagi, ia akan mengeluarkan gula melalui air kencing bersama cairan organ lainnya.

Akibatnya, kita mengalami dehidrasi dan jadi tambah haus. Lalu, untuk mengatasi rasa haus kita pun jadi lebih banyak minum yang akhirnya membuat kita jadi ingin buang air kecil lebih sering lagi.

Nah, dari penjelasan di atas kini semuanya jadi masuk akal kenapa rasa ingin buang air kecil saya suka tidak tertahankan. Di samping karena gula darah yang tinggi, besarnya volume air yang saya teguk juga mempercepat terisinya kandung kemih.

Seringnya keinginan untuk buang air kecil adalah gejala Diabetes yang menurut saya sering tidak disadari. Gejala ini jadi makin tersamar ketika kita berpikir kalau ini disebabkan oleh konsumsi air minum yang tinggi. Padahal, air yang kita minum tadi juga disebabkan oleh rasa haus yang ujung-ujungnya berasal dari tingginya kadar gula dalam darah.

Kalau Anda belum tahu apakah punya Diabetes, mungkin tidak ada salahnya untuk memperhatikan frekwensi buang air kecil Anda. Jika hal tersebut juga diiringi oleh gejala-gejala Diabetes lainnya, segera periksakan kondisi Anda ini ke dokter untuk memastikan. Karena deteksi lebih awal tentunya akan mempermudah penanganannya.


Comments

Popular posts from this blog

Pengaruh Diabetes Tipe 2 terhadap suasana hati

Mungkin tidak banyak yang menyadari kalau Diabetes Tipe 2 juga bisa mempengaruhi suasana hati. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini tak hanya berpengaruh buruk terhadap tubuh tapi juga terhadap hubungan kita dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang kita kasihi.
Seperti dilansir oleh situs HealthDay, Diabetes bisa mempengaruhi suasana hati dan membuatnya berfluktuasi (mood swings).

Hal serupa juga disampaikan artikel "High or low blood sugar making you cranky? Here's why" yang dimuat di situs MedTronic. Sedangkan MedicalNewsToday memberikan ciri bagaimana kadar gula darah tinggi akan mempengaruhi suasana hati: Kesulitan untuk berpikir jernihMerasa gugup atau cemasMerasa lelah dan tidak bertenaga Sebelum serangan struk yang menimpa Ayah, tidak pernah terlintas sebelumnya kalau fluktuasi suasana hati yang saya alami dipengaruhi oleh kadar gula darah yang tinggi. Saat itu saya berpikir kalau suasana hati yang berubah-ubah lebih disebabkan oleh stres di temp…

Menyikapi kenyataan punya Diabetes Tipe 2

Rasa malu adalah hal yang pertama kali saya rasakan saat mengetahui kalau saya punya Diabetes Tipe 2.

Bahkan saat mengambil tes darah, saya melakukannya secara diam-diam karena tidak ingin ada orang yang tahu. Saya merasa Diabetes bukanlah sesuatu yang perlu untuk diceritakan. Cukup disimpan sendiri dan cukup sendiri pula menanganinya.
Tapi kalau saya renungkan kembali, menyembunyikan kondisi kesehatan seperti Diabetes bukanlah langkah yang tepat.

Bagaimana mungkin saya bisa mengatasi Diabetes tanpa dukungan orang-orang terdekat? Seburuk apapun kemungkinannya, saya butuh mereka dan mereka berhak untuk tahu. Saya akhirnya pun berkesimpulan bahwa keterbukaan merupakan langkah awal untuk meraih kesembuhan.
Punya Diabetes adalah fakta hidup yang mau-tidak-mau harus dihadapi dan ini bukanlah hal yang harus ditutup-tutupi. Ada rasa khawatir memang, mengingat komplikasi Diabetes yang begitu mengerikan. Tapi saya akan menggunakan rasa khawatir ini sebagai motivasi untuk melakukan perubahan.