Skip to main content

Posts

Kehabisan kata-kata

Terus terang mengikuti perkembangan virus corona banyak menyita pikiran dan rasa khawatir saya semakin tinggi ketika melihat perkembangan wabah ini di tanah air.
Melihat banyaknya orang yang keluar rumah dan sepertinya tidak lagi menghiraukan ancaman covid-19, saya akhirnya cuma bisa memohon kepada Allah agar kita semua dijaga oleh-Nya sambil berusaha melindungi diri dan keluarga semampunya.
Jika kondisi seperti ini terus berlanjut, logikanya gelombang ke dua akan datang lebih cepat dan meningkat signifikan. Padahal saya sendiri tidak yakin gelombang pertama sudah selesai.
Dan soal tenaga nakes yang kini kesal dan mengambil sikap 'terserah' adalah hal yang sangat wajar. Perjuangan berat mereka sekarang ini seperti dikondisikan untuk kalah. Baik karena peraturan yang terus berubah ataupun sikap masyarakat yang masa bodoh.
Apa yang kita hadapi sekarang adalah hal yang berat dan serius. Karena merupakan tarik ulur antara kesadaran untuk tidak tertular, sikap tak ped…
Recent posts

Mencari sembuh dengan puasa di bulan Ramadan

Saat saya mencari tahu lebih dalam tentang Diabetes Tipe 2, saya menemukan sosok Dr. Jason Fung, seorang spesialis ginjal yang mempopulerkan metode intermittent fasting dan menjadi salah satu tokoh dunia di bidang diet rendah karbohidrat.
Dr. Fung mendapat banyak sorotan setelah menerbitkan buku The Diabetes Code: Prevent and Reverse Type 2 Diabetes Naturally yang mengklaim bahwa Diabetes Tipe 2 bukanlah penyakit kronis dan dapat disembuhkan. Klaim ini kemudian diperkuat dengan banyaknya saksi yang telah sukses "menghentikan" Diabetes melalui metode puasa selang-seling dan diet rendah karbohidratnya.
Saya pribadi bisa menerima berbagai pemaparan Dr. Fung dan menurut saya penjelasan beliau sangat logis dan memberikan pandangan yang lebih optimis dibandingkan dengan padangan umum yang mengatakan bahwa Diabetes Tipe 2 adalah penyakit menahun dan tidak bisa disembuhkan.
Saya sendiri saat ini masih belum menerapkan metode puasa yang diusung oleh Dr. Fung. Namun, saya suda…

Depresi dan pengaruhnya terhadap Diabetes

Beberapa hari yang lalu saya menemukan sebuah artikel di Diabetes.co.uk tentang depresi. Menurut saya artikel ini cukup menarik untuk ditelaah karena di sana ditulis bahwa depresi adalah masalah kejiwaan yang paling banyak ditemui pada orang dengan Diabetes.

Bahkan orang dengan Diabetes dikatakan memiliki resiko tiga kali lebih tinggi terkena depresi dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki Diabetes.
Memang, hal di atas merujuk pada kondisi yang ada di Inggris. Tapi saya pikir ini masih cukup relevan dengan kondisi kita di tanah air meski tidak bisa dibandingkan secara langsung.

Karena di mana pun kita tinggal, Diabetes merupakan keadaan yang tidak mudah untuk diterima dan acapkali dapat membuat kita merasa khawatir dengan berbagai resiko yang ditimbulkannya.
Lalu, apakah depresi itu? Depresi adalah sebuah istilah yang disematkan pada seseorang saat dirinya mengalami satu atau lebih gejala berikut ini:
Peraasaan sedih atau khawatir secara terus-menerus dan merasa hampa.Dominannya…

Pemerintah diharapkan bisa bantu kelola Diabetes masyarakat

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RIKESDAS) tahun 2018  menunjukkan ada kenaikan jumlah orang dengan Diabetes di Indonesia menjadi 8,5 persen dari total jumlah penduduk atau lebih dari 16 juta orang dengan kecenderungan untuk terus naik.

Kenaikan ini tentu layak mendapat perhatian lebih serius dari masyarakat karena secara tidak langsung akan berdampak pada biaya kesehatan yang harus ditanggung kelak.
Disadari atau tidak, pengelolaan Diabetes adalah komitmen pemeliharaan kesehatan yang memerlukan waktu relatif lama.Tak hanya itu, Diabetes juga butuh partisipasi aktif dari orang yang memilikinya karena tanpanya, Diabetes dapat berkembang menjadi komplikasi kesehatan serius yang akan membebani pasien dan keluarga secara fisik, mental, maupun finansial.
Berkaitan dengan pengelolaan Diabetes di atas, pengecekan gula darah merupakan salah satu elemen tak terpisahkan dan jendela pertama untuk mengetahui seberapa efektif pengendalian Diabetes yang tengah dijalani. Namun, hal ini hanya dapat dila…

Apa benar ada Diabetes basah dan kering? Berikut penjelasannya.

Belum lama ini saya bergabung dengan sejumlah group di Facebook yang membahas topik seputar Diabetes. Dari interaksi saya di sana, ada pembicaraan yang mengatakan bahwa Diabetes itu ada jenis basah dan jenis kering.
Terus terang saya baru mendengarnya karena tidak pernah sebelumnya saya menemukan literatur yang mengatakan demikian. Setelah mencari tahu lebih jauh, ternyata yang dimaksud adalah sifat luka pada orang dengan Diabetes.

Kalau orang tersebut punya luka dan cepat sembuh, maka dinamakan Diabetes kering. Sedangkan kalau lukanya sulit sembuh disebut Diabetes basah.

Pandangan tentang Diabetes seperti ini cukup menarik buat saya karena Diabetes dianggap punya karakteristik yang berbeda berdasarkan pada luka yang dialami. Bahkan cukup banyak produk yang dipasarkan untuk mengobati Diabetes berdasarkan jenis luka basah atau kering ini.

Meski sudah beberapa kali saya dengar bahwa luka adalah salah satu hal yang harus diperhatikan oleh orang dengan Diabetes, tapi saya belum mengeta…

Jadi Telmi? Jangan minder, bisa jadi itu karena gula darah tinggi

Kalau belakangan ini Anda suka telat mikir (telmi), susah konsentrasi, dan jadi pelupa, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri dan merasa bodoh. Apalagi sampai minder. Boleh jadi ini cara tubuh memberitahu bahwa kadar gula dalam darah sudah tinggi dan harus segera ditangani.
Kesulitan berpikir atau dikenal dengan istilah brain fog (otak berkabut) adalah gejala yang cukup sering ditemui pada orang dengan Diabetes Tipe 2. 

Kondisi ini dapat muncul tanpa disadari dan akan mempengaruhi kemampuan seseorang dalam berpikir. Yang dulunya bisa konsentrasi, banyak ide, cepat tanggap, dan mudah berdiskusi, sekarang jadi sulit untuk menangkap, mengingat, dan mengeluarkan pendapat. Bahkan sekedar mendengarkan saja jadi tidak semangat. Kalau ini dibiarkan terus berlangsung, tentu akan mengganggu kinerja orang tersebut dan dapat mencederai kesehatan mentalnya.
Ada sejumlah hal yang diduga menjadi penyebab brain fog dan gula darah yang tinggi adalah salah satu faktor yang dipercaya menjadi pemicu…

Jalani diabetes dengan hobi

Mengelola Diabetes bisa menjadi rutinitas yang membosankan. Bagaimana tidak? Tiap hari kita harus melakukan cek gula darah, menjaga asupan makanan, dan konsumsi obat.

Memang, itu adalah bagian yang tidak terpisahkan pada orang dengan Diabetes. Tapi saya rasa hal tersebut bukanlah penghalang bagi kita untuk bisa menikmati hidup.
Selain ketiga hal di atas, mengelola Diabetes juga perlu memperhatikan sisi psikologisnya. Terutama yang berurusan dengan ketenangan hati. Karena hati yang tenang tentunya akan membawa pengaruh positif terhadap pengelolaan Diabetes itu sendiri.
Ada banyak cara untuk bisa mendapatkan ketenangan hati. Yang utama tentunya adalah dengan banyak-banyak mengingat Allah (SWT) dan banyak-banyak bersyukur. Sedangkan cara berikutnya bisa dengan bekerja, melakukan hobi, ataupun berkumpul bersama orang-orang yang kita sayangi.
Menjalankan hobi menurut saya adalah sebuah kegiatan yang bermanfaat karena memudahkan kita untuk melepaskan penat, menghilangkan bosan, dan menurun…